Kualifikasi Euro 2020, Menuju Kejuaraan Eropa ke-60

Hasil Kualifikasi Euro 2020 | UEFA Euro 2020

Babak Kualifikasi Euro 2020 sudah berlangsung sejak bulan Maret 2019 lalu, alih-alih dimulai pada akhir 2018. Pada saat ini, negara-negara kontestan sudah memasuki tahapan akhir dengan menyisakan satu hingga dua pertandingan saja. Beberapa tim dipastikan tidak akan dapat bermain di putaran final Euro tahun depan dan yang lainnya ada tiket yang sudah dikunci dan sebagian lainnya di ambang lolos ke babak utama. Masih banyak kemungkinan yang akan terjadi di UEFA Euro 2020, bahkan tak menutup kemungkinan akan ada kejutan-kejutan dari tim unggulan.

Babak kualifikasi utama ini menentukan siapa saja dua tim teratas di masing-masing klasemen grup yang berkesempatan maju ke putaran final secara otomatis. Lalu disusul tim mana yang berpeluang lolos melalui pertandingan play-off. Untuk penyisihan grup sendiri, rencananya semua pertandingan akan berakhir pada bulan November 2019. Kemudian dilanjutkan dengan pertandingan play-off yang rangkaiannya diperkirakan selesai pada bulan Maret 2020. Baru setelah itu diadakan pengundian grup untuk babak utama Euro.

Dari hasil kualifikasi Euro 2020 nantinya, 24 tim berhak lolos menuju kompetisi yang sesungguhnya. Jumlah ini masih dipertahankan setelah empat tahun lalu pertama kali menjajal format yang baru. Namun pada edisi kali ini ada hal yang menarik dan patut dinantikan, sebab tim-tim yang sebelumnya sulit lolos ke putaran final akan memiliki ‘jalan’ lain yaitu melalui UEFA Nations League. Kemudian untuk kali pertama juga sejak tahun 1976, nantinya tidak ada tim yang berhak lolos secara otomatis ke putaran final sebagai negara tuan rumah.

Semua tim nasional UEFA yang mengikuti kualifikasi ini, termasuk 12 tim nasional yang negaranya ditunjuk menjadi tuan rumah, tetap harus bertanding dan memperjuangkan tempatnya masing-masing di putaran final. Kota dan negara yang menjadi tuan rumah pun sudah ditentukan oleh UEFA sejak September 2014 silam, jauh sebelum jadwal bola kualifikasi Euro 2020 dibuat. Bisa dibilang ada peluang bagi tim nasional yang negaranya ditunjuk sebagai tuan rumah akan gagal lolos ke turnamen empat tahunan ini.

ITCBET JUDI ONLINE INDONESIA

UEFA Nations League dan Kualifikasi Euro 2020

Secara keseluruhan ada 55 tim nasional yang berpartisipasi dalam proses kualifikasi Euro 2020, dengan Kosovo menjadi tim debutan di ajang ini setelah sebelumnya mengikuti UEFA Nations League musim 2018/19. Itu adalah kompetisi resmi UEFA pertama yang diikuti oleh Kosovo.

Undian pembagian grup Kualifikasi Euro 2020 diadakan di Convention Centre Dublin, Republik Irlandia, pada 2 Desember 2018. Akan tetapi, pertandingan pertama penyisihan grup baru dimulai pada Maret 2019.

Dicetuskannya UEFA Nations League memang sedikit banyak telah mengubah format Euro 2020, terutama di babak kualifikasi dan play-off. Pasalnya, turnamen garapan UEFA tersebut menjamin kesempatan bagi tim-tim kecil untuk bisa lolos ke pesta sepak bola antarnegara terbesar di Eropa itu atau paling tidak bisa sampai ke babak play-off. Di mana, sebelumnya hal ini hampir tidak mungkin didapatkan tim-tim di peringkat bawah UEFA. Di setiap divisi Nations League akan ada minimal satu tim yang bertanding di Euro 2020, baik melalui jalur babak play-off maupun secara langsung.

Ya, ide dibuatnya Nations League ini memang berawal dari keluhan tim nasional yang inferior di Eropa. Mereka selalu kesulitan lolos ke putaran final Euro karena harus menghadapi laga-laga sulit di fase grup melawan tim yang lebih superior. Tidak jarang tim sekelas San Marino, Lichtenstein, Malta, dll, menjadi lumbung gol dan pelengkap saja di babak kualifikasi Euro ataupun Piala Dunia. Aspirasi itu pun diwujudkan oleh UEFA dengan adanya ajang Nations League. Di mana turnamen ini hanya digelar ketika tidak ada event sepak bola internasional saja.

UEFA Nations League (UNL) musim 2018/19 sendiri dijalankan dengan format empat divisi atau kasta, yaitu Liga A, B, C, dan D. Pembagian divisi ini berdasarkan posisi masing-masing negara di peringkat UEFA. Lalu di setiap divisinya terdapat beberapa grup, yang diundi. Berlaku sistem promosi dan degradasi bagi setiap tim di divisi-divisi tersebut.

Walau demikian, kabarnya mulai musim 2021 mendatang akan ada perubahan format dari UEFA untuk Nations League. Sehingga, beberapa tim dari divisi atas yang seharusnya terdegradasi akan tetap berada di divisi teratas. Sementara tim yang mendapat jatah promosi tetap berhak naik ke divisi di atasnya. Hal ini sudah diumumkan secara resmi oleh UEFA pada bulan lalu.

Dengan adanya peraturan UNL, terbuka kemungkinan di putaran final Euro 2020 nanti akan diikuti oleh negara non unggulan. Walau demikian, hal ini masih tetap menimbulkan pro dan kontra. Jangankan soal itu, masalah penambahan jumlah tim menjadi 24 sejak Euro 2016 pun masih membuat sejumlah pihak tidak puas.

Menariknya, jika menggunakan aturan lama, seharusnya Portugal tidak lolos penyisihan grup di putaran final Euro 2016. Mereka keluar sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik dan pada akhirnya berhasil menjadi raja Eropa mengalahkan tim tuan rumah, Prancis. Peraturan-peraturan baru yang ditetapkan tahun ini pun bisa saja melahirkan kejutan baru. Bisa menjadi kebahagiaan bagi beberapa tim, tetapi juga menjadi malapetaka bagi tim-tim lain. Terlebih tim unggulan yang hingga saat ini masih belum pasti nasibnya di Euro 2020.

PROMO BONUS ITCBET BANDAR BOLA

Proses Penyisihan Grup Kualifikasi Euro 2020

Proses kualifikasi utama dimulai pada bulan Maret 2019, karena pada tahun 2018 sempat digelar ajang Piala Dunia FIFA 2018 di Eropa (Rusia). Setiap tim memainkan dua pertandingan kualifikasi masing-masing pada bulan Maret, Juni, September, Oktober, dan November 2019. Pertandingan ditiadakan di bulan Juli pada saat tim-tim di Eropa memasuki jeda musim panas atau summer break.

Kosovo menjadi negara terakhir yang terdaftar dalam kualifikasi ini, setelah mereka akhirnya resmi menjadi anggota UEFA pada bulan Mei 2016. Akhirnya, dari 55 tim yang ada, UEFA mengumumkan terbentuknya 10 grup. Masing-masing terdiri dari lima tim nasional untuk lima grup, dan enam tim nasional untuk lima grup lainnya. Adapun pengundian ini didasarkan pada keseluruhan peringkat dari UEFA Nations League musim yang pertama.

Empat negara yang berhasil menembus semi final Nations League pun mendapat jaminan bergabung di grup yang terdiri dari lima tim. Selain memberi sedikit keuntungan dari segi jadwal, ini juga lantaran pada bulan Juni 2019 lalu keempat tim tersebut harus menjalani babak Semi Final dan Final UNL. Pada saat itu Portugal keluar sebagai juara usai menaklukkan Swiss di semi final dan mengalahkan Belanda di partai puncak.

UNL ini sebenarnya tidak diakui FIFA sebagai sebuah turnamen kompetitif level seperti halnya Euro, Piala Asia, Piala Afrika, dan sejenisnya. Akan tetapi, tak dapat idmungkiri bahwa Nations League ini memang cukup punya pengaruh signifikan dalam penyelenggaraan Euro 2020.

Sejauh ini, merujuk pada klasemen Kualifikasi Euro 2020 sementara, sudah ada enam tim yang mengamankan masing-masing satu tiket menuju putaran final. Keenam tim nasional tersebut adalah Belgia, Italia, Polandia, Rusia, Spanyol, dan Ukraina. Ya, dua negara teratas di masing-masing grup berhak lolos langsung ke putaran final dan mereka sudah memastikan diri untuk finish setidaknya di peringkat pertama atau kedua.

Sementara empat tim sisanya (melengkapi 20 tim yang lolos otomatis) akan didapatkan dari laga play-off tahun depan. Pertanyaannya, bagaimana sistem play-off yang digunakan dan negara mana saja yang berkesempatan mengikutinya?

ITCBET JUDI TARUHAN ONLINE

Sistem Play-off Piala Euro 2020

Selain 20 tim yang lolos langsung dengan status juara dan runner-up grup babak utama Kualifikasi Euro 2020, ada pula empat tim yang bakal lolos melalui play-off. Sampai dengan menjelang pertandingan terakhir di babak grup, juara bertahan Euro, Portugal masih belum mendapatkan tempatnya di turnamen tahun depan. Justru Ukraina yang sudah memastikan diri lolos dengan catatan impresif di grup yang juga dihuni Portugal tersebut.

Namun demikian, negara-negara dengan kinerja terbaik dari ajang UEFA Nations League yang tidak lolos secara otomatis untuk Euro 2020 akan mendapatkan keuntungan. UEFA bakal memperhitungkan tim mana saja dari UNL yang layak mendapat kesempatan bermain di play-off Euro 2020, jika mereka membutuhkan. Akan ada 16 tim di babak playoff, dengan empat perwakilan dari setiap divisi di Nations League.

Empat negara pertama yang masuk semi final UNL dijamin berhak bermain di babak play-off jika mereka membutuhkannya. Keempat negara tersebut adalah Swiss, Portugal, Belanda, dan Prancis. Ingat, ini hanya jika mereka membutuhkan jalur itu untuk bisa lolos karena tidak berhasil dengan cara reguler. Apabila lolos secara otomatis, maka posisinya akan diganti dengan tim lain yang masuk dalam kriteria.

Adapun negara-negara yang sampai saat ini punya kesempatan mengikuti play-off (jika membutuhkannya), adalah sebagai berikut:

  • Liga A: Portugal, Belanda, Inggris, Swiss, Belgia, Prancis, Spanyol, Italia, Kroasia, Polandia, Jerman, Islandia
  • Liga B: Bosnia dan Herzegovina, Ukraina, Denmark, Swedia, Rusia, Austria, Wales, Republik Ceko, Slovakia, Turki, Republik Irlandia, Irlandia Utara
  • Liga C: Skotlandia, Norwegia, Serbia, Finlandia, Bulgaria, Israel, Hongaria, Rumania, Yunani, Albania, Montenegro, Siprus, Estonia, Slovenia, Lithuania
  • Liga D: Georgia, Makedonia, Kosovo, Belarus, Luksemburg, Armenia, Azerbaijan, Kazakhstan, Moldova, Gibraltar, Kepulauan Faroe, Latvia, Liechtenstein, Andorra, Malta, San Marino

Skotlandia, Georgia dan Belarus sudah digaransi akan mengikuti babak play-off. Sedangkan sisanya belum bisa dipastikan dan harus dipertimbangkan dengan aturan-aturan yang berlaku. Sulit untuk membuat prediksi pertandingan play-off ini karena masih harus menunggu hasil Kualifikasi Euro 2020 hingga pertandingan terakhir pada bulan November 2019.

Pengundian play-off sendiri akan diadakan pada pada 22 November 2019, di markas UEFA di Nyon, Swiss. Kemudian undian untuk menentukan tuan rumah babak final play-off dari setiap jalur (A, B, C, dan D) akan dipilih antara pemenang pasangan semifinal.

Alasan regulasi yang cukup rumit ini antara lain untuk memberi tim tuan rumah (12 negara yang ditunjuk sebagai tuan rumah) peluang yang lebih adil untuk lolos ke putaran final. Ini karena tuan rumah tidak dijamin lolos otomatis. Mereka pun mungkin dialokasikan ke jalur yang berbeda, seperti halnya Skotlandia.

Peraturan ketat juga diberlakukan untuk menghindari adanya permasalahan politik antarnegara. Misalnya seperti Armenia dan Azerbaijan, Gibraltar dan Spanyol, Kosovo dan Bosnia Herzegovina, Kosovo dan Serbia, atau Rusia dan Ukraina. Jika masih tidak memungkinkan membuat kedua negara yang berseteru berada di jalur yang terpisah, maka pertandingan bisa diadakan di tempat netral dan/atau dilakukan secara tertutup. Cukup rumit, bukan?

Tetapi sekali lagi, semua akan mulai tampak cerah dan sederhana setelah babak utama Kualifikasi Euro 2020 berakhir seluruhnya. Baru setelah itu UEFA akan melakukan pengundian berdasarkan regulasi yang sudah mereka tetapkan.

ITCBET JUDI TERBAIK

Negara Tuan Rumah Euro 2020

Banyak yang bertanya-tanya Euro 2020 dimana akan diadakan? Sayangnya, jawabannya tidak seperti sebelum-sebelumnya, seperti di Prancis atau Jerman. Pasalnya, ajang kali ini tidak diselenggarakan di dalam satu negara saja. Mengapa tuan rumah Euro 2020 ini tidak hanya satu atau dua negara saja seperti sebelum-sebelumnya? Penjelasannya cukup panjang dan rumit, karena ternyata ini sudah disiapkan sejak 2014 lalu.

Ini memang cukup unik dan tidak pernah terjadi sebelumnya, di mana 12 kota di 12 negara ditetapkan sebagai tuan rumah oleh UEFA. Bahkan yang ‘kejam’ adalah 12 negara tersebut sama-sama tidak punya keuntungan lolos secara otomatis seperti biasanya. Maka dari itu, bisa saja mereka tidak lolos dan hanya akan jadi penonton di negaranya sendiri.

Piala Euro 2020 adalah Kejuaraan Eropa yang ke-16 dalam sejarahnya. Setelah diadakan terakhir kali di Prancis pada 2016 (Portugal keluar sebagai juara), tahun depan kejuaraan ini diadakan dengan sistem yang rumit sekaligus unik. Euro dijadwalkan akan diadakan di 12 kota di 12 negara Eropa mulai dari dari 12 Juni hingga 12 Juli 2020. Sebuah angka yang terlihat berhubungan, ya? Selain itu, untuk pertama kalinya pula turnamen ini mengadopsi sistem video asisten wasit (VAR).

Mantan Presiden UEFA, Michel Platini, pernah mengatakan bahwa sistem turnamen yang diselenggarakan di beberapa negara adalah cara paling romantis dan tepat. Ini karena gelaran edisi 2020 sekaligus merayakan ulang tahun ke-60 dari Kejuaraan Eropa tersebut.

Dengan kapasitas yang besar dan megah, Stadion Wembley di London, Inggris, pun rencananya akan ditunjuk menjadi tuan rumah untuk laga semifinal dan final. Jika benar terjadi, maka ini adalah kedua kalinya Wembley mendapat kehormatan itu setelah pernah melakukannya di turnamen tahun 1996.

Sebenarnya banyak negara yang menyatakan ketertarikan mereka untuk menjadi tuan rumah Euro 2020. Tetapi, ide ini kemudian diusulkan oleh Michel Platini pada saat konferensi pers pada 30 Juni 2012, tepat sehari sebelum digelarnya final UEFA Euro 2012. Alih-alih hanya menunjuk satu negara sebagai tuan rumah Euro 2020 atau tuan rumah bersama, Euro 2020 disarankan agar digelar di 12 atau 13 kota di seantero Eropa.

Sebenarnya kejuaraan Eropa U-17 sudah menggunakan sistem tersebut untuk fase “Elite Round”. Di mana masing-masing dari tujuh grup diselenggarakan di negara yang berbeda. Penerapan sistem ini di level senior oleh UEFA disebut-sebut berdasar alasan untuk mengatasi kesulitan keuangan yang mungkin akan dialami negara-negara di Eropa. Sebab penyelenggaraan Euro tentu membutuhkan biaya yang sangat besar.

Reaksi dari negara-negara anggota EUFA terhadap rencana ini pun sangat beragam. Namun demikian, para kritikus lebih menyoroti jumlah peserta yang ditambah dari 16 negara menjadi 24 negara dan jumlah pertandingan yang bertambah, sehingga dari segi pembiayaan pun semakin membengkak. Hal itu membuat hanya Turki, satu-satunya negara yang mengajukan tawaran serius kepada UEFA untuk menjadi tuan rumah kala itu.

Lantas pertandingan Piala Euro 2020 diselenggarakan di mana saja? Jawabannya adalah Azerbaijan, Denmark, Inggris, Jerman, Hongaria, Italia, Belanda, Republik Irlandia, Rumania, Rusia, Skotlandia, dan Spanyol. Pihak UEFA pun telah memberi sedikit ‘kemudahan’ bagi asosiasi sepak bola negara tuan rumah. Dari pembagian grup, bisa dilihat bahwa maksimal hanya ada dua tim negara tuan rumah yang ditempatkan di satu grup. Dengan begitu mereka memiliki kesempatan untuk lolos sebagai juara grup atau runner-up.

Dalam pemilihan tuan rumah pun ada beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan UEFA. Misalnya tentang musim dingin di beberapa negara di Eropa. Maksimal hanya ada dua negara yang diidentifikasi sebagai tempat dengan risiko tinggi atau sedang dalam kondisi musim dingin yang parah.

Kemudian UEFA harus memperhatikan negara yang memang menjadi ‘rumah’ bagi musim dingin seperti Kepulauan Faroe, Islandia dan Finlandia. Mereka hampir dipastikan tidak dapat menyelenggarakan pertandingan pada bulan Maret atau November. Hal itulah yang membuat jadwal bola kualifikasi Euro 2020 negara-negara tersebut diupayakan sesedikit mungkin menjalani laga kandang pada bulan Maret dan November.

Hak Siar Euro 2020 di Indonesia dan Mancengara

Di Indonesia, Piala Euro 2020 dapat disaksikan secara langsung di Mola TV. Mereka baru saja mengumumkan peresmian sebagai Official Broadcaster Euro 2020 pada bulan September lalu. Bahkan sebenarnya, mulai dari beberapa waktu lalu Mola sudah mulai menayangkan sejumlah pertandingan internasional Kualifikasi Euro 2020 secara gratis melalui berbagai platform mereka.

Seperti diketahui, Mola TV tahun ini mendapat sorotan yang sangat besar dari para pencinta sepak bola di tanah air. Bagaimana tidak, selain sudah memastikan bakal jadi broadcaster Euro 2020, Mola TV juga menjadi pemegang hak siar Premier League dan pertandingan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Untuk hak siar Euro 2020 sendiri, Mola TV memastikan bakal menayangkan 52 laga di babak utama, mulai dari laga pembuka fase grup hingga partai puncak. Keseruan laga pembuka akan ditayangkan secara langsung dari Stadio Olimpico, Roma, Italia pada 12 Juni 2020. Kemudian dilanjutkan dengan pertandingan-pertandingan seru dari grup lainnya. Hingga puncaknya partai final yang berlangsung pada 12 Juli 2019 di Stadion Wembley, London, Inggris.

Kabar baiknya, semua penikmat sepak bola Indonesia bisa menyaksikannya secara gratis melalui platform Mola TV, mulai dari Smart TV Polytron, Mola Streaming Device dan Mola TV Mobile. Bagaimana dengan masyarakat bukan pengguna TV kabel atau streaming yang ingin menonton? Tenang saja, ternyata ada dua pemegang hak siar Euro 2020 lainnya di Indonesia, yaitu IMG dan MNC.

Dilansir dari soccerex.com IMG telah menyetujui kesepakatan dengan UEFA untuk secara eksklusif menjual dan mendistribusikan hak siar Euro 2020 di Indonesia. Kemitraan ini juga mencakup pertandingan kualifikasi untuk turnamen internasional seperti kualifikasi Piala Dunia FIFA 2022 zona Eropa.

Sementara untuk pengguna TV free to air, PT MNC siap menayangkan secara gratis beberapa pertandingan Euro 2020. Mereka telah menandatangani perjanjian dengan keuntungan dari iklan yang diperkirakan sebesar 7-8 persen untuk RCTI. Platform digital terbaru dari MNC, yaitu RCTI+ kabarnya juga bisa digunakan untuk melakukan streaming legal pertandingan Euro 2020.

Akan tetapi, jumlah pertandingan yang ditayangkan MNC ternyata tidak sebanyak Mola TV. Meski MNC dapat memastikan tetap bisa menjaring banyak penonton sepak bola di seluruh Indonesia, mereka hanya menyiarkan 39 pertandingan saja. Tentunya termasuk laga-laga penting di babak knock-out hingga final pada 12 Juni 2020. Pihak MNC Grup melalui chairman mereka, Hary Tanoe, mengatakan kombinasi dari konten hiburan dan olahraga menjadikan MNC Group sebagai saluran TV yang paling diminati di Indonesia.

Untuk markas broadcasting UEFA Euro 2020 sendiri dipercayakan pada Pusat Siaran Internasional (IBC) yang berlokasi di Expo Haarlemmermeer di Vijfhuizen, Belanda. Pertanyaannya, apakah bisa menyaksikan tayangan Euro 2020 selain dari tiga pemegang hak siar tersebut di Indonesia? Bisa saja, yaitu melalui streaming. Pasalnya, setiap negara memiliki pemegang hak siar masing-masing, yang kemungkinan juga bisa diakses dengan cara streaming ilegal. Cara ini sangat banyak diminati karena mudah dan praktis, tetapi sangat tidak dianjurkan. Untuk tayangan streaming, penonton bisa menyaksikannya di Mola TV.

Logo, Slogan, Maskot, dan Sponsor Resmi

Dalam suatu turnamen internasional seperti Euro ataupun Piala Dunia, hal yang paling ditunggu-tunggu adalah logo, slogan, maskot, dan sponsornya. Tak dapat dimungkiri, faktor marketing semacam ini akan selalu mencuri perhatian di luar lapangan. Misalnya seperti karakter Trix and Flix pada Euro 2008 silam, serta lagu-lagunya yang juga masih enak didengarkan hingga sekarang.

Untuk strategi marketing Euro 2020 sendiri sudah dimulai sejak jauh-jauh hari. Logo ofisial dari turnamen ini pun sudah dibocorkan sejak 21 September 2016 lalu, dalam sebuah perayaan di City Hall, London. Logo tersebut menggambarkan Henri Delaunay Trophy yang dikelilingi oleh para penggemar yang merayakan, mewakili bagaimana sepak bola menghubungkan dan menyatukan orang-orang.

Setiap kota tuan rumah juga memiliki logo uniknya masing-masing, yang mana artinya akan ada 12 logo. Bentuk logonya persegi panjang dengan tulisan “UEFA EURO 2020” dan identitas nama kotanya. Setiap logo menggunakan bahasa Inggris atau diperbolehkan juga dengan variasi dalam bahasa lokal. Logo-logo tersebut telah diluncurkan pada medio September 2016 hingga Januari 2017 lalu.

Pada 19 Mei 2019, UEFA pun akhirnya mengumumkan slogan resmi dari turnamen empat tahunan ini, yaitu “Live It. For Real”. Slogan ini dimaksudkan untuk mendorong penggemar melihat pertandingan secara langsung di stadion di seluruh Eropa. Bagaimana dengan maskotnya?

Maskot resmi turnamen Euro 2020 bernama Skillzy, yang mana baru diresmikan pada 24 Maret 2019. Inspirasi karakter ini adalah dari kebebasan dalam bermain sepak bola, seperti bermain sepak bola jalanan dan berbagai budaya lainnya. Faktor-faktor marketing semacam ini tentu akan sangat menentukan keberhasilan dari gelaran sebuah turnamen sepak bola internasional. Ditambah lagi dengan adanya dukungan dari para sponsor global dengan nama-nama besar.

UEFA Euro 2020 akan disponsori oleh Coca-Cola, FedEx, Hisense, SOCAR, Alipay, Booking Holdings, dan Volkswagen. Sementara di setiap negara pastinya akan ada sponsor-sponsor lokal yang semakin mengangkat keseruan menyaksikan pertandingan, baik langsung dari stadion maupun dengan berbagai event nonton bareng.

Menantikan UEFA Euro 2020

Ajang Euro memang selalu dinantikan dan levelnya bisa dibilang hanya kalah dari Piala Dunia FIFA. Sebab, di sana banyak bintang sepak bola kenamaan dunia yang unjuk kebolehan. Di setiap penyelenggaraannya, masyarakat Indonesia sendiri pasti selalu menunggu-nunggu. Mulai dari babak Kualifikasi Euro 2020, play-off, hingga putaran finalnya, pasti tak pernah kehabisan minat. Sebab, fanbase tim-tim dan para pemain Eropa di Indonesia telah tumbuh semakin besar setiap tahunnya.